Kesempatan Sangat Langka, Mengintip Isi Pesawat Uji Airbus A350 XWB

2159389A-350-F-WWCF780x390

MSN 002 pun tidak jarang diperlukan oleh Airbus juga sebagai pesawat yg unjuk kekuatan (flying display) di beraneka ragam pameran kedirgantaraan, termasuk juga di SAS 2016 dulu.

Manuver-manuver ekstrem yg tak mampu dilakukan dengan cara sengaja dikala mengangkut penumpang, didemonstrasikan, seperti berbelok miring sampai 40 derajat, atau takeoff dengan cara ekstrim dgn hidung mendongak hampir vertikal.

Keistimewaan MSN 002

Apa istimewanya pesawat testbed? Bagi penggemar & penggiat dunia penerbangan, masuk ke dalam test aircraft merupakan pengalaman langka.

Mereka sanggup saja masuk ke kabin pesawat A350 yg dioperasikan oleh maskapai-maskapai, namun belum pasti mampu masuk ke dalam pesawat yg dijadikan sbg acuan dalam tiap-tiap pengembangannya.

Pesawat inilah yg sudah melintasi pengembangan & pengujian, seperti uji struktur, takeoff-landing, rejected takeoff, pengujian di suhu ekstrem dari minus 40 derajat sampai 40 derajat, uji performa di dataran tinggi, dan seterusnya.

A350 MSN 002 kala jalani uji klimatik di media McKinley Climatic Laboratory di Florida, AS. Pesawat diuji performa & strukturnya di suhu ekstrem dari -40 sampai 40 derajat celsius.
Dari pesawat inilah lahir perhitungan-perhitungan yg menyempurnakan “adik-adiknya”, maka mereka mampu “lahir” & performanya pas dgn design.

MSN 002 mempunyai ciri khas di luarnya memanfaatkan livery (cat di bodi pesawat) motif karbon, lantaran itu pesawat ini pula oleh para antusias penerbangan dinamakan dgn “Carbon Fiber livery”.

Materi serat karbon benar-benar jadi bahan yg difungsikan utk menciptakan bodi (fuselage) pesawat, memperkuat bahan plastik di dalamnya, oleh dikarenakan itu Airbus menyebutnya dgn tehnologi carbon-fibre reinforce plastic (CFRP).

Materi serat karbon dipilih lantaran terbukti ringan & kuat. Lebih ringan & kuat dibanding bahan aluminum yg dikala ini dimanfaatkan di biasanya bodi pesawat. Bersama mempunyai bodi yg lebih ringan, dipadu dgn rancangan aerodinamis & mesin yg baru dikembangkan, sehingga A350 diklaim Airbus 25 prosen lebih ekonomis bahan bakar.

Interior

Rombongan wartawan & blogger mengawali tour A350 XWB dari bidang belakang pesawat. Perwakilan Airbus menyampaikan ada alasannya kenapa kami diajak mengawali dari belakang.

Rata-rata orang jika bertamu cuma menonton ruangan tamu atau keluarga saja, sektor dapur jarang dikunjungi, kami mau memperlihatkan serta ‘dapur’ kami, kata perwakilan dari Airbus.

Layaknya pesawat lain pada umumnya, bidang belakang A350 difungsikan juga sebagai galley, ruang bagi awak kabin menyiapkan makanan & beristirahat. Ada serta kursi jumpseat yg diperlukan duduk pramugara/pramugari.

Kesan lega & lapang terasa di sini, mengizinkan awak kabin bergerak dengan cara leluasa. Tetapi toilet kelihatan tak terpasang di bidang belakang pesawat, cuma di bidang tengah & depan kabin.

Bergerak ke depan, nampak area kabin yg tetap kosong, tiada kursi yg dipasang. Sekian Banyak panel plastik penutup bodi pula di sekian banyak bidang serta dilepas, memperlihatkan rangkaian kabel & pipa-pipa hidrolis, maklum ini yaitu pesawat testbed.

KompasTekno pun menyaksikan masihlah ada sekian banyak piranti instrumen pengujian yg terpasang di dalam pesawat.

Bergerak ke depan lagi, Airbus memamerkan design kabin kelas Ekonomi yg terdiri atas kursi bersama konfigurasi 3-3-3 (tiga deret di ke-2 segi jendela & tiga deret di tengah) bersama lebar kursi 18 inci di dalam kabin berukuran 221 inci.

Oleh Airbus, rancangan ini diyakini berikan kenyamanan baru utk penerbangan jarak menengah & jauh. Waktu cobalah duduk juga tubuh umumnya orang Indonesia dgn tinggi 165 centimeter tetap menyisakan ruangan lutut yg lega dgn kursi depannya.

Referensi layout kursi dari Airbus di kabin Airbus A350.
Seluruhnya kursi di pesawat ini di lengkapi bersama piranti inflight Entertainment/IFE (opsional, di maskapai lain dapat tak dipasang) yg memanfaatkan monitor high definition ukuran 10,7 inci.

Kabin ini sempat digunakan oleh Airbus utk lakukan simulasi macam mana awak kabin melayani penumpang di pesawat A350, pun mencari masukan dari penumpang yg diajak buat mencobanya.

Berpindah ke depan di kabin kelas Business, Airbus memperkenalkan design kabin kelas Usaha yg lebih lega dgn pengaturan kursi 1-2-1, dgn lebar kursi sampai 22 inci.

Rancangan kursi yg dipamerkan Airbus ini unik, lantaran di satu baris mempunyai kursi yg saling berdampingan dgn armrest & meja mungil di sudut luar, & di baris berikutnya kursinya terpisah oleh meja mungil di tengah.

Referensi layout kursi kelas Usaha di pesawat Airbus A350.
Bersama bergurau, perwakilan Airbus mengemukakan design kursi di kelas business ini dinamakan bersama kursi “Couple and married,” atau kursi orang pacaran & yg telah menikah.

Kursi couple merujuk terhadap baris yg kursinya berdempetan, sementara kursi married merujuk pada kursi yg terpisah/berjauhan.

Umumnya jikalau pasangan itu mesranya cuma dikala pacaran saja, bila telah menikah maunya duduk terpisah, Airbus tahu kok, canda perwakilan Airbus.

Argumen sebenarnya, kursi tersebut ditata sedemikian rupa supaya mempunyai tempat yg lega utk kaki, supaya mampu selonjor. Kursi pula dapat dijadikan ruang tidur rata (flatbed) 203 senti meter bersama rancangan tersebut.

Inflight entertainment (IFE) di kelas ini pastinya mempunyai monitor yg lebih agung di bandingkan dgn di kelas Ekonomi, kira kira 17 inci.

Kesan lega & lapang

Airbus pun memeragakan bahwa orang yg duduk atau berdiri di tepi/jendela (window’s seat) dapat merasakan sensasi seperti bersandar di dinding yg hampir rata, tak melengkung seperti di umumnya rancangan pesawat diwaktu ini.

Design jendela serta sekarang dirancang lebih lebar. Window shade pula mampu diatur jadi tiga mode, merupakan terbuka penuh, terbuka sebahagian, & tertutup penuh.

Sementara buat baris tengah, ruangan buat kepala tersisa pass lega bila penumpang berdiri, maka tak butuh menunduk.

Kabin dalam pesawat Airbus A350, kepala penumpang dewasa yg berdiri ditengah kabin tak hingga menyentuh overhead Badan Intelijen Negara.
Overhead BIN(bagasi diatas kursi) serta diklaim Airbus sanggup menampung kapasitas lebih gede dibanding pesawat kelas A330 ketika ini.

Yg butuh diingat, design kabin berikut penataan kursi yg dipunyai A350 MSN 002 ini cuma juga sebagai rancangan referensi dari Airbus saja. Rancangan yg dipunyai maskapai mampu tidak sama, disesuaikan dgn kepentingan maskapai.

Dapat menjadi ada yg meminta konfigurasi 3 kelas (First Class, Bisnis Class, Economy), ada yg 2 kelas (Usaha, Economy), atau bahkan All Economy.

Seperti A350 milik maskapai Qatar Airways yg juga pernah dijajal oleh KompasTekno, maskapai tersebut pilih memanfaatkan rancangan kursi Nomor Satu Diamond di kelas Usaha bersama pengaturan kursi yg menyamping (reverse herringbone).

Konfigurasi kursi di kelas Usaha Qatar Airways A350.
Tergantung kepada model & konfigurasi pun, dengan cara keseluruhan A350 dapat mengangkut seputar 300-an penumpang.

Airbus pun memperkenalkan pencahayaan kabin yg sudah memakai tata lampu LED yg lebih ekonomis daya. Lampu ini diklaim dapat memancarkan lebih dari 16 juta kombinasi warna.

 

Bandar Bola Terbaik