Tag Archives: judi bandar online

Nama Surya Paloh Disebut dalam Dakwaan Rio Capella

KPK Periksa Surya Paloh

Agen Sabung Ayam Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capella didakwa sudah menerima duit segede Rp200 juta dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho & Istrinya Evy Susanti melalui Fransisca Insani Rahesti alias Sisca. Pemberian duit itu utk pengurusan penghentian kasus dana Bansos di Kejaksaan Gede (Kejagung).

Kepada surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) muncul nama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam kasus suap yg pun menjerat Gatot & Evy ini. Nama Paloh dinamakan dikala mendamaikan Gatot & Tengku Erry Nuradi selaku Wakil Gubernur diwaktu itu. Continue reading

Sedikit Pengetahuan Tentang Narkoba

http://www.veteranslobbyday.org/uploads/narkoba130213b.jpg

Agen Sabung Ayam Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika & Bahan Adiktif berbahaya yang lain) ialah bahan/zat yg apabila dimasukan dalam badan manusia, baik dengan cara oral/diminum, dihirup, ataupun disuntikan, bakal mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, & tabiat seorang. Narkoba akan memunculkan ketergantungan (adiksi) fisik & psikologis.

Narkotika yaitu zat atau obat yg berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis ataupun semi sintetis yg akan menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri & bisa memunculkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 th 1997). Yg termasuk juga tipe Narkotika yaitu :

1 Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, & damar ganja.

2 Garam-garam & turunan-turunan dari morfina & kokaina, pula campuran-campuran & sediaan-sediaan yg mengandung bahan tersebut di atas.

3 Psikotropika yakni zat atau obat, baik alamiah ataupun sintetis bukan narkotika, yg berkhasiat psikoaktif lewat pengaruh selektif kepada susunan saraf pusat yg menyebabkan perubahan kepada gerakan mental & tingkah laku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yg termasuk juga psikotropika antara lain :

4 Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dan seterusnya.

5 Bahan Adiktif berbahaya yang lain merupakan bahan-bahan alamiah, semi sintetis ataupun sintetis yg sanggup difungsikan yang merupakan pengganti morfina atau kokaina yg mampu mengganggu sistim syaraf pusat, seperti :

6 Alkohol yg mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yg membuahkan dampak yg sama bersama yg dihasilkan oleh minuman yg beralkohol atau obat anaestetik kalau aromanya dihisap. Sample : lem/perekat, aceton, ether, dan sebagainya.

Tipe Narkoba menurut efeknya

Dari efeknya, narkoba sanggup dibedakan jadi tiga :

1. Depresan, ialah menekan system system syaraf pusat & mengurangi aktifitas fungsional badan maka pemakai merasa slow, bahkan dapat menciptakan pemakai tidur & tidak sadarkan diri. Seandainya kelebihan dosis sanggup mengakibatkan kematian. Kategori narkoba depresan antara lain opioda, & beraneka ragam turunannya seperti morphin & heroin. Sample yg terkenal waktu ini merupakan Putaw.

2. Stimulan, merangsang fungsi badan & meningkatkan kegairahan pun kesadaran. Kategori stimulan : Kafein, Kokain, Amphetamin. Sample yg kini tidak jarang difungsikan ialah Shabu-shabu & Ekstasi.

3. Halusinogen, resiko utamanya ialah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen biasanya berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus & psilocybin dari jamur-jamuran. Tidak Cuma itu ada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yg paling tidak sedikit diperlukan merupakan marijuana atau ganja.

Penyalahgunaan Narkoba

Rata-rata zat dalam narkoba sebenarnya diperlukan buat pengobatan & penefitian. Tapi sebab beragam argumen – sejak mulai dari kemauan buat coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial, mau melupakan persoalan, dll. – sehingga narkoba setelah itu disalahgunakan. Pemakaian tetap menerus & berianjut dapat menyebabkan ketergantungan atau dependensi, dinamakan pula kecanduan.

Tingkatan penyalahgunaan rata-rata sbg berikut :

1. coba-coba

2. senang-senang

3. memakai kepada waktu atau kondisi tertentu

4. penyalahgunaan

5. ketergantungan

Efek penyalahgunaan Narkoba

Jika narkoba dipakai dengan cara konsisten menerus atau melebihi takaran yg sudah ditentukan bakal mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yg bakal mengakibatkan kesukaran fisik & psikologis, lantaran terjadinya kerusakan kepada system syaraf pusat (SSP) & organ-organ badan seperti jantung, paru-paru, hati & ginjal.

Resiko Psikis :

1. Lamban kerja, ceroboh kerja, tidak jarang tegang & gelisah

2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga

3. Agitatif, jadi ganas & tingkah laku yg brutal

4. Susah berkonsentrasi, perasaan kesal & tertekan

5. Condong menyakiti diri, perasaan tak aman, bahkan bunuh diri

Resiko Sosial :

1. Kendala mental, anti-sosial & asusila, dikucilkan oleh lingkungan

2. Merepotkan & jadi beban keluarga

3. Pendidikan jadi terganggu, musim depan suram

Bahaya bagi Remaja

Musim remaja yakni satu buah fase perkembangan antara periode anak-anak & periode dewasa. Perkembangan satu orang dalam musim anak-anak & remaja bakal menempa perkembangan diri orang tersebut di musim dewasa. Sebab itulah apabila periode anak-anak & remaja rusak sebab narkoba, sehingga suram atau bahkan hancurlah musim depannya.

Kepada musim remaja, justru kemauan buat mencoba-coba, mengikuti trend & gaya hidup, juga bersenang-senang gede sekali. Meskipun seluruhnya kecenderungan itu wajar-wajar saja, tapi hal tersebut dapat juga memudahkan remaja utk terdorong menyalahgunakan narkoba.

Masalah jadi lebih gawat lagi kalau lantaran pemakaian narkoba, para remaja tertular & menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Aspek ini sudah terbukti dari penggunaan narkoba lewat jarum suntik dengan cara bergantian. Bangsa ini bakal kehilangan remaja yg amat sangat tidak sedikit akibat penyalahgunaan narkoba & merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dgn kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.