Sennheiser Mengeluarkan “Headphone” Seharga Rp 730 Juta di Asia

Sesudah dikenalkan di Eropa kepada akhir 2015 dulu, Sennheiser HE 1 resmi menyambangi pasar Asia. Headphone tersebut digadang-gadang yang merupakan yg paling mahal di dunia.

Utk memilikinya, kastemer mesti merogoh kocek 50.000 euro atau lebih kurang Rupiah 732 jutaan. Nilai itu sebanding dgn harga mobil mewah atau apartemen standar di Jakarta.

Kami mau membuat sesuatu yg tidak sempat ada di pasaran, di katakan CEO Sennheiser, Andreas Sennheiser, diwaktu memberikan Keynote Speech, di Restoran Adrift, Marina Bay Sands, Singapura.

Tim Sennheiser membutuhkan dikala kurang lebih satu dekade buat menggodok HE 1. Menurut Andreas, timnya mengusahakan menghadirkan headphone bersama tehnologi inovatif, material premium, juga proses pembuatan idealis.

Menggabungkan amplifier tabung & transistor

HE 1 sendiri yaitu generasi ke-2 dari headphone ikonik Orpheus HE 90 keluaran 1991. Ciri khas dari Orpheus HE 90 masih dipertahankan, yaitu hadir sepaket dgn amplifier.

Bedanya, Sennheiser waktu ini menggabungkan keunggulan amplifier tabung & amplifier transistor dalam satu design sirkuit yg sudah dipatenkan.

Inovasi itu membuahkan respons frekuensi antara 8 Hz sampai lebih dari 100 KHz. Kisaran tersebut melampaui kapabilitas pendengaran manusia yg rentangnya cuma 20 Hz hingga 20 KHz. Akhirnya, kastemer mampu mendengar komponen nada yg lebih tajir & rincian.

diluar itu, setiap tabung bertugas menurunkan distorsi sampai ke titik terendah dalam system reproduksi audio, ialah mencapai 0,01 % di 1 KHz dgn tekanan nada 100 DB.

Perincian itu diklaim dapat membuahkan audio nomor wahid jernih & hangat, dgn mutu mirip mendengar nada ori atau kerap dinamakan high fidelity.

Meskipun demikian, amplifier tabung mempunyai kekurangan yaitu rentan pada kebisingan hawa & sensitif terhadap getaran. Sennheiser serta menanggulanginya bersama mendudukkan tabung terhadap landasan berbahan marmer Carrara.

Kategori batu alam itu sanggup meredam kebisingan yg merambat terhadap tubuhnya. Pada Awal Mulanya, Carrara dikenal juga sebagai material penting terhadap patung-patung buatan pemahat sohor Michaelangelo.

6.000 komponen dalam satu piranti

Dengan Cara total, ada 6.000 komponen kepada HE 1 yg disusun utk membuahkan pengalaman mendengar audio yg mumpuni.

Terhadap komponen dalam, Sennheiser mematrikan elektroda keramik berbalut emas & diafragma berlapis platinum. Material itu dianggap sesuai buat menjamin kinerja bunyi akustik.

Tiap-tiap sektor mungil di HE 1 punyai maksud spesifik, Andreas menjelaskan.

HE 1 tidak diproduksi dalam jumlah agung. Tiap th, cuma ada 200 piranti yg dijual dengan cara global.

Di Asia sendiri, piranti premium ini dapat lebih lalu sedia di Singapura per September akan datang. Negara-negara yang lain termasuk juga Indonesia dijanjikan serta-merta menyusul.

 

Bandar Bola Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *