Qualcomm: Kami Akan Memimpin Transisi ke 5G

20540825g780x390

Di kala sebahagian gede masyarakat dunia masihlah belum sanggup menikmati internet serentak 4G LTE atau bahkan 3G, para tersangka industri telekomunikasi di arena Mobile World Congress (MWC) 2016 telah ramai membahas soal tehnologi wireless generasi ke-5 alias 5G, termasuk juga Qualcomm.

5G ialah evolusi berikutnya dari tehnologi seluler yg mengizinkan kecepatan lebih tinggi & latency lebih rendah. Industri internet sampai smart city dapat mendapatkan manfaat dari technologi 5G, papar CEO Qualcomm Steve Mollenkopf dalam hri perdana gelaran MWC 2016, pekan dulu.

Qualcomm yakni salah satu tersangka industri telekomunikasi yg aktif mengembangkan technologi seluler buat difungsikan di jaringan 5G. Perusahaan ini menargetkan dapat menggelar uji arena lapang utk 5G kepada 2018. Pelayanan komersil di harapkan telah sanggup dimulai dua thn sesudahnya, kepada 2020.

Kami dapat memimpin transisi ke 5G seperti yg kami melakukan bersama 4G & 3G. Susah utk jadi pemain 5G yg kuat jika Kamu tidak membangun dari keberhasilan 4G. Kami bakal memasuki zaman 5G bersama dukungan para partner yg telah bemitra di 4G, imbuh Mollenkopf.

Standar technologi belum sama

Tidak Sama dari tehnologi seluler diawal mulanya, sampai sekarang tetap belum ada kesepakatan soal standar seperti apa yg dapat dimanfaatkan buat menggelar jaringan 5G di musim depan, termasuk juga soal frekuensi mana yg sanggup dipakai.

Dengan Cara teori, jaringan 5G nantinya dapat mengizinkan kecepatan transfer amat sangat tinggi, mencapai 10-50 gigabit per detik atau jauh lebih tinggi di bandingkan kecepatan 4G LTE ketika ini yg “hanya” mencapai kisaran beberapa ratus megabit per detik.

Buat wujudkan hal itu, para tersangka industri menawari solusi masing-masing. Ericsson, contohnya, membuat radio 5G bersama tehnologi Multi-UserMultiple Input Multiple Output (MU-MIMO) buat mencapai kecepatan sampai 25 Gbps.

Adapun Qualcomm bereksperimen menciptakan suatu “unified technology” yg mengintegrasikan sekian banyak technologi tidak sama ke dalam satu base station. Tehnologi dimaksud mencakup pemakaian 5G di frekuensi dibawah 6 GHz & di atas 6 GHz, juga mili meter wave bersama frekuensi tinggi 28 GHz atau lebih.

Senior Director Produk Management Qualcomm Sanjeev Athalye memaparkan kiat kerja tehnologi millimeter wave Qualcomm

Utk millimetre wave, kami memakai tidak sedikit base station yg mampu jalankan handover ke satu & yg yang lain biar handset senantiasa berada dalam line of sight yg difungsikan oleh technologi ini, sebut Senior Director Produk Management Qualcomm Sanjeev Athalye.

Transisi bertahap

Serta di tengah upayanya menyambut zaman 5G, Qualcomm pula menyadari bahwa sebahagian agung pembeli seluler di seluruhnya dunia tetap belum sanggup menikmati internet langsung generasi diawal mulanya (4G). Karena itu pabrikan ini mangatakan bahwa transisi ke 5G dapat berjalan dengan cara bertahap.

Kebolehan 4G LTE yg ada kini tetap dikembangkan, antara lain melalui modem X12 terhadap chip Snapdragon 820 yg mengijinkan transfer data LTE cat.12 dgn kecepatan sampai 600 megabit per detik bersama 3x carrier agregation.

Qualcomm serta rilis aneka SoC mobile kelas menengah & bawah buat merangkul pembeli di pasaran negara-negara berkembang biar berubah ke 4G, sebelum hasilnya bertransisi ke 5G dalam sekian banyak th ke depan.

Penetrasi LTE di seluruhnya dunia itu baru mencapai 15 %, masihlah masih banyak kesempatan utk memigrasikan pembeli ke internet mobile, tutur EVP & Presiden Qualcomm, Cristiano Amon.

 

Bandar Bola Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *