Kemanusiaan ! Pelayan Resto Lindungi Korban Teror Paris

Bukannya Selamatkan Diri, Pelayan Resto Dampingi Korban Teror Paris

Agen Bola Satu Orang pelayan restoran di Paris, Prancis pilih mempertaruhkan nyawanya utk menemani korban yg sekarat, daripada berangkat menyelamatkan diri. Gadis bernama Jasmine El Youssi itu juga dijuluki pahlawan dalam serangan teror Paris terhadap 13 Nopember dulu.

Jasmine (20) mempertaruhkan nyawanya buat membantu & menenangkan satu orang perempuan yg terluka saat salah satu tersangka melepas tembakan di dalam restoran tempatnya bekerja. Dgn berani, Jasmine ke luar dari restoran utk mencari beberapa orang yg membutuhkan bantuan.

“Saya pilih mati, daripada membiarkan mereka mati sendirian. Aku tahu gimana rasanya sendirian & aku tak mampu hidup tidak dengan menopang mereka. Aku tidak mau beberapa orang yg tertembak berpikir mereka ditinggalkan,” papar Jasmine seperti dilansir Daily Mail, Jumat (20/11/2015).

Jasmine tengah berada di belakang meja bar kala salah satu laki-laki bersenjata melepas tembakan ke arah restoran tempatnya bekerja. Dgn sahabat kerjanya, Samir, Jasmine bersembunyi di balik meja. Laporan menyatakan, tersangka yg melepas tembakan di restoran ruangan Jasmine bekerja ialah Salah Abdeslam (26) yg sampai waktu ini masihlah buron.

Dikala bersembunyi, Jasmine pernah berupaya menenangkan sekian banyak korban lain yg ikut bersembunyi bersamanya. Dengan Cara perlahan, Jasmine mengarahkan para korban & visitor restoran yang lain ke lokasi aman. Sekian Banyak menit sesudah tersangka meninggalkan ruang, Jasmine bertolak ke luar restoran & dirinya dihadapkan bersama tidak sedikit jasad pun korban yg sekarat.

“Saya bertolak ke luar tetapi telah terlambat, mereka seluruhnya kena tembakan. Seseorang perempuan sekarat & tiga orang yang lain telah tewas. Ada perempuan belia yg sekarat, aku melihatnya menatap aku. Aku pegang tangannya selagi 1-2 detik tetapi selanjutnya beliau tewas,” katanya.

“Saya menoleh & menyaksikan satu orang pemuda tergeletak & awalnya aku harap beliau cuma terluka ringan, tetapi dirinya sekarat. Seseorang polisi sempat memberitahu aku bila seorang terluka, bertanya nama mereka & panggil nama mereka namun aku tak tahu nama mereka. Aku berlari ke arah korban buat menonton apakah aku sanggup jalankan sesuatu. Aku berkata terhadap salah satu dari mereka, namun ia telah tewas,” imbuh Jasmine.

Ke-2 orang lanjut umur Jasmine berasal dari Maroko & Aljazair, tetapi ia lahir di Paris. “Saya tumbuh akbar di lingkungan keluarga Maroko, tetapi aku seseorang gadis Paris. Faktor ter buruk berlangsung kepada aku, berlangsung kepada negeri ini & aku tak sempat merasa sedemikian membuka bersama negeri ini seperti saat ini,” ujarnya.

Satu Orang tukang bunga yg mempunyai kios di seberang restoran yg jadi tempat kejadian, menyebutkan Jasmine yakni orang mula-mula yg ada di area. “Dia teramat berani. Beliau orang perdana yg ke luar dari restoran & turun ke jalanan & beliau menonton perempuan yg tewas di dekat kafe terdekat utk mengemukakan : ‘Jangan khawatir, janganlah panik’,” papar si tukang bunga bernama Aissa Feredj.(dok : Agen Bola)